Kamis, 22 Maret 2012

Minyak Bumi

Minyak bumi merupakan campuran berbagai macam zat organik, tetapi
komponen pokoknya hidrokarbon. Minyak bumi disebut juga minyak mineral
karena diperoleh dalam bentuk campuran dengan mineral lain. Minyak bumi
tidak dihasilkan dan didapat secara langsung dari hewan atau tumbuhan,
melainkan dari fosil. Oleh karena itu, minyak bumi dikatakan sebagai salah satu
bahan bakar fosil.
Minyak bumi terbentuk dari peluruhan tumbuhan dan hewan, yang
kemungkinan besar berasal dari laut. Minyak bumi mentah, atau biasa disebut
minyak mentah pada umumnya terdiri dari campuran rumit senyawa alifatik
dan aromatis serta sedikit senyawa sulfur dan nitrogen. Sejauh ini telah
ditemukan sedikitnya 500 senyawa yang terkandung dalam cuplikan minyak
bumi. Minyak bumi memiliki komposisi yang berbeda-beda dalam setiap sumur,
meski secara umum sama.
1. Komposisi Minyak Bumi
Komposisi utama minyak bumi yaitu senyawa hidrokarbon. Di samping
senyawa-senyawa hidrokarbon, minyak bumi pada umumnya mengandung
unsur-unsur belerang, nitrogen, oksigen, dan logam (khususnya vanadium,
nikel, besi, dan tembaga).
Secara umum, komposisi minyak bumi dapat digolongkan sebagai
berikut.
a. Senyawa n-alkana
Senyawa alkana merupakan komponen utama minyak bumi. Pada suhu
kamar, metana dan etana berupa gas. Metana dan etana merupakan
komponen utama LNG. Sementara itu, propana dan butana merupakan
komponen utama LPG berbentuk cair.
b. Senyawa sikloalkana
Senyawa sikloalkana merupakan komponen terbesar kedua setelah
n-alkana. Senyawa sikloalkana yang paling banyak terdapat pada minyak
bumi yaitu siklopentana dan sikloheksana.
c. Senyawa isoalkana
Hanya sedikit isoalkana yang terkandung dalam minyak bumi.
d. Senyawa aromatik
Hanya sedikit senyawa aromatik dengan titik didih rendah dalam
minyak bumi.
Berikut ini kegunaan senyawa-senyawa alkana yang terdapat dalam
minyak mentah.
a. Metana (CH4) dan etana (C2H6) sebagai bahan utama LNG.
b. Propana (C3H8) dan butana (C4H10) sebagai bahan utama LPG.
c. Pentana (C5H12) dan heptana (C7H16) sebagai bahan pelarut, cairan
pencuci kering (dry clean), dan produk cepat kering lainnya.
d. C6H14 sampai C12H26 dicampur bersama dan dimanfaatkan sebagai
bensin.
e. C10 sampai C15 dimanfaatkan sebagai bahan utama minyak tanah.
f. C10 dan C20 dimanfaatkan sebagai bahan utama diesel dan bahan bakar
minyak untuk mesin kapal.
g. C16 sampai C20 dimanfaatkan sebagai bahan utama solar untuk bahan
bakar mesin jet.
h. C20 ke atas yang berbentuk setengah padat digunakan sebagai bahan
utama minyak pelumas dan vaselin.
i. Mulai C25 berbentuk padat dan dimanfaatkan sebagai lilin dan bitumen
aspal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar