Rabu, 25 Januari 2012

When Love Blossom and Autumn

Cinta itu ibarat sebuah anak panah, sekali terlepas ia akan menancap dimana saja. Tidak tanganku atau tanganmu yang mampu mematahkannya. Dia akan tetap disana, dan waktu tidak akan membuatnya berkarat. Kadang cinta juga tak sepaham dengan logika. Memilih waktu dan orang yang tepat untuk jatuh cinta.
Hari-hariku juga sempat terisi dengan sebuah cinta yang tulus dari seorang yang aku sayangi. Cinta itu datang dan bersemi saat aku mengikuti kegiatan yang paling aku gemari. Pramuka, kegiatan inilah yang mempertemukanku dengan cinta pertamaku. Cinta yang paling indah di antara cinta yang lain. Padahal dulu aku sempat berfikir bahwa gadis seusiaku tidak pantas untuk mengenal cinta. Aku pun juga kurang setuju dan merasa jengkel bila melihat orang seusiaku berpacaran.

*******
Fajar di ufuk timur, telah menampilkan sinarnya. Kicauan dari burung-burung kecil menyapa di pagi nan indah ini. Sinar di pagi ini cukup terik menyapa, angin sepoi-sepoi bertiup menerbangkan tetesan embun di dedaunan yang menghiasi ranting pohon. Aku segera terbangun dari tidurku yang nyenyak dan segera bergegas mandi. Seusai mandi ,aku segera sarapan dan langsung berangkat sekolah. Saat di sekolah…
“Vit, jangan lewat di sini dong! Aku malas lihat orang pacaran. Huh! Masih SMP kok sudah mau mengenal cinta.” Gerutuku kepada Vita.
“Hahaha, jangan begitu, nanti kamu kena karma lho.” Kata Vita sambil sedikir mengejekku.
“Iya, betul yang dikatakan Vita. Haha, aku setuju Vit.” Kata Sandra menambahkan.
“Wah kalian itu, teman sedang kesal malah digoda terus.” Balasku dengan kesal.
“Dasar Bulan, kamu itu sampai segitunya,. Pasti suatu saat nanti kamu akan merasakan jatuh cinta.” Kata Mitha menanggapiku.
“Ya ampun, kalian itu ditunggu lama banget nggak dateng-dateng eee ternyata disini. Emang pada dari mana sih?” Tanya Claudy yang baru datang dari kantin bersama Vira .
“Bahas WC.” Jawabku asal.
Sontak, jawabanku membuat Vita, Mitha,Vira, dan Sandra tertawa.
Hari-hari ku lalui bersama mereka. Mereka adalah teman-teman terbaikku. Mereka selalu ada saat suka maupun duka. Hubungan persahabatan kami semakin erat karena setiap hari bertemu, bercanda bersama, dan tak lupa menjalankan tugas bersama. Walaupun kami berbeda kelas, tapi itu bukanlah sebuah masalah. Kami selalu bisa meluangkan waktu untuk bersama.  
Suatu saat kami mengadakan rapat bersama untuk membahas latihan pramuka hari Jumat. Disela-sela rapat, aku, Vita, Mitha,Vira, dan Sandra membuat suatu kekonyolan yaitu dengan menjodoh-jodohkan orang. Tanpa terasa hari pun sudah sore, karena pembahasan untuk latihan pramuka sudah selesai, akhirnya kami pun pulang. Aku, Mitha, Vita, dan Sandra biasa pulang bersama. Ketika di dalam angkot, tiba-tiba Sandra membahas tentang silsilah yang tadi.
“Eh, ngomong-ngomong si Bulan cocoknya ma siapa ya ?” Tanya Sandra.
“Bulan sama Bintang aja,” Kata Vira spontan.
“Iya,iya aku setuju.” Susul Mitha, dan Vita.
“Loh, kok aku juga kena sih?” Gerutuku
“Gak adil kalau kamu nggak kena, semua harus kena dong, hahaha.” Kata Vira
“Iya deh.” Kata ku.
Sesampainya di rumah aku sempat berpikir-pikir mengenai perkataan Vira tadi. “Hah? Aku sama Bintang? Tapi akankah aku jatuh cinta padanya?” Pikirku dalam hari.
Keesokan harinya berita mengenai aku dan Bintang sudah menyebar di lingkungan sekolah. Gara-gara perjodohan tanpa persetujuan itu aku jadi agak gimana gitu kalau bertemu dengan Bintang, jadi salah tingkah sendiri. Huahh, sepertinya tanda-tanda kurang enak. Aduh benar nih kata Vita, aku kena hukum karma. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri, ternyata aku menyimpan rasa padanya. Pendapatku selama ini memang benar sih, bahwadia seorang yang beda dari yang lain,dia satu-satunya cowok yang mampu membuatku selalu tersenyum. Entah itu dengan tingkahnya yang super jahil, super aneh, cara bicaranya, caranya berjalan, ataupun modelrambutnya yang super aneh juga. Hahahaha.
Tak ku sangka aku semakin dekat dan semakin akrab dengannya.Aku senang sekali bisa mengenalnya. Dia adalah satu-satunya teman cowok terbaikku. Tetapi perasaanku ini tidak dapat disembunyikan lagi. Dia sepertinya jugasudah mengetahuinya. Tetapi aku tidak mau mengungkapkannya. Hingga suatu ketika dia menanyakan hal itu padaku. Wah, aku benar-benar bingung menjawabnya. Tetapi ternyata dia mengungkapkan perasaaannya padaku, perasaan yang sama sepertiku, yang artinya dia juga menyimpan rasa padaku.Ya Allah,serasa mimpi saja hidup ini. Betapa senang dan gembiranya aku saat itu.Benar-benar aku memang terkena hukum karma. Huh, tapi mau gimana lagi? Perasaanku nggak bisa dibohongi. Dan hubungan itu berjalan dengan sendirinya.
Hari-hariku menjadi penuh warna karena hadirnya dia. Dia selalu ada saat suka maupun duka. Dia selalu saja bisa membuatku tersenyum, dan kebiasaan yang sering kami lakukan adalah memandang langit di malam hari.walaupun itu sebenarnya kebiasaanku, tapi dia selalu setia menemaniku.Betapa beruntungnya aku, bisa mengenal seorang cowok seperti dia.
Hari demi hari berganti hingga tiba pada suatu hari yang membuatku merasa sangat sedih dan terpukul. Hari dimana aku tidak akan bertemu dia lagi dalam kegiatan apapun bila aku teringat dengannya air mata ini pun membasahi pipiku. Kejadian ini membuatku hilang nafsu makan, membuatku kehilangan semangat hidup. Aku merasa bahwa diriku hanya dipermainkan oleh sebuah “CINTA” yang aku ikuti. Ditambah lagi dia mengatakan ingin mengakhiri semua ini, khususnya mengakhiri hubungan ini. Betapa hancurnya hatiku saat itu, tetapi beruntung aku masih m,empunyai sahabatyang selalu ada untukku. Mereka selalu ada untuk menghiburku.
“Sudahlah, Bulan. Kami jangan terlalu memikirkan dia.” Kata Claudy menyemangatiku.
“Iya Bulan, masih banyak cowok yang jauh lebih baik dari dia,” Tambah Vita
Tetapi sakit hati ini belum bisa terobati, bahkan setiap malam, setiap pagi, setiapsaat sekalipun bila aku teringat dengannya air mata inipun langsung jatuh membasahipipiku. Kejadian ini membuatku kehilangan semangat hidup. Aku merasa bahwa diriku hanya dipermainkan oleh cinta.
Aku pernah menyesali semua ini, tapi aku sadar bahwa penyesalan tak ada gunanya,semua sudah terjadi, ibarat kata “Nasi sudah menjadi bubur”. Aku hanya bia mengambil hikmah dari semua kejadian ini saja. Memang setelah aku piker-pikir ini karena kesalahanku juga. Aki terlalu egois dan aku terlalu keras kepala. Aku tahu dia sudah banyak berkorban untukku. Dia sudah member sesuatu di hidupku, dan kalau menurutku dia terlalu sempurna untukku. Tetapi entah mengapa hingga saat ini hatiku masih memilikinya selalu, walaupun sebenarnya dia buka milikkku lagi sekarang. Perasaanku tak akan pernah berubah sampai kapanpun. Ya semoga saja dia mendapat pengganti yang lebih baik dariku.Lagi pula perjalanan hidupku masih panjang,masih banyak yang harus aku pikirkan, tidak hanya untuk memikirkan masalah cowok.Mungkin suatu saat aku bisa melupakanmu tapi tidak untuk saat ini. Biarlah ku simpan semua kenangan kita selama ini.
“First Love is very hard to forget”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar